Wednesday, 28 October 2026
Renungan Harian
Renungan Harian
Yes 45:1.4-6 | 1Tes 1:1-5b | Mat 22:15-21

HANYA TUHANLAH YANG DAPAT DIANDALKAN

Sunday, 18 October 2026 P. Domi K Dheo, SVD 27 dibaca
*KOTBAH,*-

*MINGGU BIASA XXIX/A*

*MINGGU MISI*

*"HANYA TUHANLAH YANG DAPAT DIANDALKAN"*
*Yes 45:1.4-6 | 1Tes 1:1-5b | Mat 22:15-21*
--- *PENGANTAR*
Saudara-saudari, pejuang-pejuang JPIC yang terkasih,

Hari ini adalah Hari Minggu Misi. Kita merayakan hidup bagi Allah dan bagi sesama. Injil hari ini bercerita tentang jebakan. Orang Farisi datang bukan untuk bertanya, tapi untuk menjebak Yesus dengan pertanyaan pajak.

Hidup kita para pejuang JPIC juga penuh jebakan. Jebakan untuk memilih: mau jadi pejuang yang aman dan disukai Kaisar, atau menjadi pejuang yang setia kepada Allah?

Tuhan kita mengikuti mereka yang mewartakan Dia. Pewartaan kitalah yang meratakan jalan. Kita yang berteriak di tengah padang gurun Timor tentang lahan tidur, tentang peti jenazah migran, tentang tambang yang merusak - teriakan kita itulah yang meratakan jalan. Dan setelah jalan rata, Tuhan sendiri akan datang dan bersemayam di hati kita, di hati umat yang kita layani.

Maka hari ini, mari kita bertanya: Siapa andalan kita sebenarnya? Kaisar atau Tuhan?

*KOTBAH*:

*TUHAN ANDALAN HIDUP KITA SEMUA*

*1. AKULAH TUHAN ALLAH ISRAEL YANG MEMANGGIL ENGKAU DENGAN NAMAMU*

Bacaan pertama hari ini sangat mengejutkan dan harus menyengat kesadaran kita.

Nabi Yesaya hidup bersama orang Yahudi di pembuangan Babel. Mereka kalah, miskin, menjadi migran paksa di negeri orang. Di tengah keputusasaan itu, Allah berfirman bukan tentang seorang nabi Yahudi, bukan tentang seorang imam Lewi.

Allah berfirman tentang *Koresh, Raja Persia. Seorang kafir. Seorang penjajah.*

Allah berkata: _"Aku memegang tangan kanan Koresh... Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku." (Yes 45:1.5)_

Lebih dahsyat lagi, Allah menyebut Koresh sebagai *"Yang Diurapi-Ku" - Mesias!*

Apa maksudnya?

Ini berarti Allah kita bukan Allah suku. Bukan Allah Katolik saja. Bukan Allah biara saja. Dia adalah *Allah Sejarah dan Tuhan Jagat Raya.*

Allah bisa memakai siapa saja, bahkan orang yang tidak mengenal-Nya, bahkan orang kafir, bahkan seorang kepala BP3MI, bahkan seorang staf PT Hamparan, bahkan seorang bupati yang bukan Katolik - untuk menjadi alat pembebasan bagi umat-Nya.

Ini menyengat kita, para religius yang kadang merasa paling suci. Kita merasa hanya kitalah yang bisa menyelamatkan Timor. Padahal Allah sedang memakai Koresh-Koresh modern di luar tembok gereja untuk membebaskan Israel dari Babel.

Tugas kita bukan mengklaim bahwa hanya kitalah Mesias. Tugas kita adalah mengenali di mana Allah sedang bekerja lewat tangan Koresh-Koresh itu, dan bekerja sama dengan mereka.

Bagi JPIC Timor: Jangan alergi bekerja sama dengan pemerintah, dengan BP3MI, dengan pengusaha yang beritikad baik. Karena Allah sendiri yang memegang tangan kanan mereka, sekalipun mereka tidak mengenal Allah secara Katolik, supaya Israel - umat Timor yang terbuang sebagai migran - dapat pulang kembali dan membangun Bait Allah di Yerusalemnya sendiri, yaitu di kampungnya sendiri yang sejahtera.

Hidup yang mengandalkan Tuhan adalah hidup yang paling bahagia, karena ia tidak bergantung pada kesempurnaan manusia, tapi pada Allah yang bisa memakai bahkan seorang kafir untuk kebaikan.

*2. KITA MEMPUNYAI KEWARGANEGARAAN GANDA - DAN DISITULAH SALIB JPIC*

Injil hari ini memberikan jawaban yang paling cerdas sekaligus paling berbahaya: _"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (Mat 22:21)_

Yesus tidak memisahkan Gereja dan Negara. Yesus justru mengakui *kita punya kewarganegaraan ganda.* Kita adalah warga negara Indonesia, dan sekaligus warga Kerajaan Allah.

Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib taat pada undang-undang yang sah. Kita bayar pajak. Kita hormati Pergub 37 tentang ternak. Kita dukung program negara untuk kesejahteraan rakyat. Kita tidak boleh menjadi Gereja yang anti-negara.

Tetapi sebagai warga Kerajaan Allah, kita punya tugas yang lebih tinggi: *Melaksanakan kehendak Tuhan demi kebaikan sesama.*

Dan di sinilah letak penyengatnya bagi pejuang JPIC:

Apa yang terjadi jika yang diperintahkan Kaisar bertentangan dengan yang diperintahkan Allah?

Kaisar berkata: Biarkan 113 migran non-prosedural mati di Malaysia, yang penting devisa jalan.
Allah berkata: Akulah Tuhan yang mendengar seruan umat-Ku.

Kaisar berkata: Biarkan lahan tidur, yang penting investor tambang masuk.
Allah berkata: Aku menempatkan manusia di Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara (Kej 2:15).

Kaisar berkata: Beri rekomendasi ternak hanya untuk pengusaha besar.
Allah berkata: Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah - yaitu keadilan bagi yang kecil.

Menjadi pejuang JPIC berarti hidup di dalam ketegangan ganda ini setiap hari. Kita harus berani berkata kepada Kaisar: "Ini milik Kaisar, kami berikan." Tapi kita harus lebih berani berkata kepada Allah: "Ini milik Allah, dan kami tidak akan memberikannya kepada Kaisar."

Nyawa migran adalah milik Allah, bukan milik calo. Maka tidak boleh diberikan kepada Kaisar calo.
Tanah Timor adalah milik Allah, bukan milik tambang rakus. Maka tidak boleh diberikan kepada Kaisar modal.

Melayani Allah harus dinyatakan secara murni dalam pelayanan bagi semua orang. Itulah misi. Misi bukan hanya membaptis, tapi mengembalikan milik Allah kepada Allah.

*3. UNTUK JIWA-JIWA PEJUANG YANG LELAH - SIAPA ANDALANMU?*

Hari ini adalah Minggu Misi. Kita diutus.

Paulus dalam bacaan kedua berkata kepada jemaat Tesalonika: _"Kami tahu, saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu." (1Tes 1:4)_

Kamu, pejuang JPIC, kamu telah dipilih. Bukan karena kamu hebat berbicara. Bukan karena kamu punya Fortuner. Tapi karena kamu mau meratakan jalan.

Dan ketika kamu meratakan jalan dengan advokasi Pergub pakan, dengan pendampingan migran, dengan olah lahan Soverdi, ingatlah satu hal:

*Jangan andalkan Koresh. Andalkanlah Tuhan yang memakai Koresh.*

Jangan andalkan Gubernur. Jangan andalkan Ombudsman. Jangan andalkan PT Hamparan. Jangan andalkan JPIC sendiri. Mereka semua adalah Koresh - alat yang bisa dipakai Allah hari ini, dan bisa diganti Allah besok.

Hanya Tuhanlah yang dapat diandalkan.

Jika kita mengandalkan Kaisar, kita akan kecewa ketika Kaisar menaikkan pajak, ketika Kaisar memberi kuota ternak tidak adil, ketika Kaisar menutup mata terhadap 115 peti jenazah.

Tapi jika kita mengandalkan Tuhan, maka seperti Koresh, bahkan kekecewaan kita pun akan dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsa ini.

Sampai hari ini, suara Kristus masih menggema di tengah kebisingan calo dan tambang: "Berikanlah kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Berikanlah kepada Allah - tanah Timor ini. Berikanlah kepada Allah - 113 nyawa migran non-prosedural itu. Berikanlah kepada Allah - masa depan anak-anak yang orang tuanya berkata "biar kami bodoh, asal anak pintar."

Jangan berikan itu kepada Kaisar.

Itulah misi kita. Itulah homili kita. Itulah hidup kita.

Hanya Tuhanlah andalan hidup kita semua.

*Amin.*

Susteran Provinsialat SSPS Timor
Atambua.

*Minggu 18 Oktober 2026*

*P. Domi K Dheo, SVD*
*JPIC SVD Timor*

Tentang Renungan Harian JPIC SVD Timor

Renungan Harian JPIC SVD Timor merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan rohani kami kepada umat dan masyarakat. Melalui renungan ini, kami ingin menghadirkan Firman Tuhan yang hidup dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari, memberikan kekuatan, penghiburan, dan pencerahan bagi siapa saja yang membacanya.

Setiap renungan ditulis dengan penuh doa dan refleksi, mengambil inspirasi dari Kitab Suci, ajaran Gereja, serta pengalaman nyata pelayanan kami di tengah masyarakat. Kami percaya bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105), yang menuntun kita dalam setiap langkah kehidupan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." — Mazmur 119:105

Renungan harian ini kami sajikan sebagai sarana pembinaan iman, refleksi diri, dan penguatan spiritual bagi umat Katolik dan siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami mengundang Anda untuk menjadikan renungan ini sebagai bagian dari rutinitas rohani harian, membacanya dengan hati yang terbuka, dan merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Semoga setiap renungan yang kami sajikan menjadi berkat bagi Anda, memperkuat iman, dan menuntun Anda untuk semakin mengenal kasih Kristus yang menyelamatkan. Tuhan memberkati kita semua.

Chat WhatsApp