Sunday, 13 September 2026
Penanggulangan Bencana

JPIC SVD Timor - Gubernur NTT Sepakat Perkuat Kolaborasi, Dari Bencana Hingga Pencegahan Trafficking

Boni Antolan 13 September 2026 13:03 128 dibaca
JPIC SVD Timor - Gubernur NTT Sepakat Perkuat Kolaborasi, Dari Bencana Hingga Pencegahan Trafficking
KUPANG — Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) SVD Provinsi Timor mendorong terbangunnya kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menangani sejumlah persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. ​Dorongan kerja sama tersebut disampaikan Koordinator JPIC SVD Provinsi Timor, P. Domi K. Dheo, SVD, saat bertemu Gubernur NTT Melky Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (29/8/2026). ​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, JPIC SVD Timor mengusulkan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi NTT. ​Kerja sama itu diarahkan pada sejumlah isu strategis, antara lain penanggulangan bencana, migrasi aman dan prosedural, pencegahan perdagangan orang (trafficking), perlindungan ibu dan anak, serta pelestarian ekologi. ​P. Domi dalam pertemuan itu juga melaporkan diri sebagai Koordinator JPIC SVD Provinsi Timor yang baru sekaligus memaparkan ruang kerja JPIC SVD dalam mendampingi masyarakat dan merespons persoalan kemanusiaan di wilayah NTT. ​Gubernur Melky Laka Lena menyambut baik gagasan tersebut. Ia menyatakan, kerja sama antara JPIC SVD dan Pemprov NTT memungkinkan untuk diwujudkan melalui koordinasi dengan perangkat daerah sesuai bidang masing-masing. ​"MoU bisa dibuat dan dikordinasikan dengan dinas-dinas terkait sesuai bidang," demikian arahan Gubernur sebagaimana dirangkum dalam laporan pertemuan JPIC SVD Timor. ​Perkuat Respons Bencana Gempa Flores ​Selain membahas rencana kerja sama kelembagaan, pertemuan tersebut juga menyinggung respons kemanusiaan terhadap bencana gempa bumi di Flores. ​JPIC SVD Timor menyampaikan rencana koordinasi bantuan, termasuk dukungan kendaraan, kapal feri, serta penguatan sinergi titik-titik pelayanan JPIC SVD di Ende dan Ruteng bersama pemerintah daerah. ​JPIC SVD juga telah mengirimkan surat permohonan dukungan solidaritas kepada Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste. ​Terkait agenda tersebut, Gubernur mengarahkan JPIC SVD untuk melakukan koordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi NTT agar dukungan pemerintah dapat ditindaklanjuti secara teknis. ​Arahan itu menjadi penting mengingat penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas sektor, terutama menyangkut mobilisasi bantuan, transportasi, distribusi logistik, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak. ​Lahan Tidur Aset SVD Akan Didorong Jadi Lahan Produktif ​Agenda strategis lainnya yang dibahas adalah pemanfaatan lahan tidur yang merupakan aset SVD di sejumlah wilayah NTT. ​JPIC SVD Timor berencana mengembangkan lahan tersebut menjadi lahan produktif di wilayah Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Kupang. ​Program tersebut diharapkan tidak hanya mengoptimalkan aset yang selama ini belum produktif, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. ​Karena itu, JPIC SVD meminta informasi mengenai program pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten yang dapat disinergikan dengan rencana pengembangan lahan tersebut. ​Gubernur Melky Laka Lena menyambut positif gagasan tersebut dan mengarahkan JPIC SVD untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTT. ​Menurut gubernur, pemerintah pusat juga memiliki berbagai program dukungan di sektor pertanian, termasuk bantuan alat pertanian dan bibit yang dapat disinergikan dengan program pengembangan lahan produktif. ​Gubernur Siap Kembali Berdiskusi Bersama Unwira dan JPIC ​Pertemuan tersebut turut membahas penguatan ruang dialog akademik dan kebijakan publik. ​Dekan FISIPOL Unwira, P. Oceph Riang, SVD, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Gubernur NTT dalam diskusi melalui Zoom Meeting yang sebelumnya digelar Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) bersama JPIC SVD Timor. ​Ia juga mengundang kembali Gubernur NTT untuk terlibat dalam Zoom Meeting berikutnya dengan mengangkat berbagai isu kontekstual yang dihadapi masyarakat NTT. ​Gubernur Melky Laka Lena menyatakan kesediaannya untuk kembali berpartisipasi dalam forum tersebut. ​Kesediaan ini membuka ruang bagi pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dan kelompok masyarakat sipil untuk membangun dialog yang lebih substantif mengenai berbagai persoalan pembangunan dan kemanusiaan di NTT. ​Segera Tindak Lanjut ​Sebagai tindak lanjut pertemuan, JPIC SVD Timor akan menyusun draft MoU dan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ​Koordinasi teknis juga akan dilakukan bersama Sekda Provinsi NTT, khususnya terkait agenda kebencanaan, serta dengan Dinas Pertanian Provinsi untuk pengembangan lahan produktif. ​Sementara itu, JPIC SVD bersama Unwira akan menindaklanjuti rencana pelaksanaan Zoom Meeting berikutnya. ​Pertemuan antara JPIC SVD Timor dan Gubernur NTT tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam menjawab persoalan masyarakat NTT secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. ​Kerja sama tersebut sekaligus menempatkan isu kemanusiaan, perlindungan kelompok rentan, migrasi aman, ketahanan pangan, penanggulangan bencana, dan kelestarian lingkungan sebagai agenda bersama antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Chat via WhatsApp