Wednesday, 28 October 2026
Renungan Harian
Renungan Harian
Efesus 4:32 - 5:8

UNTUKMU JIWA PEJUANG

Tuesday, 27 October 2026 P. Domi k dHEO sVd 10 dibaca
*RENUNGAN JIWA* -

*UNTUKMU JIWA PEJUANG*

*Minggu Biasa XXX - 26 Oktober 2026*
*Soverdi Oebufu*

*Efesus 4:32 - 5:8 - Setiap murid dipanggil hidup dalam kasih. Yesus sendiri modelnya. Ia mengorbankan diri sebagai korban yang harum mewangi. Hidup murid bercirikan rasa syukur, bukan caci maki.*

*Lukas 13:10-17 - Kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan wanita bungkuk 18 tahun pada hari Sabat. Kerajaan Allah sudah datang untuk menyelamatkan dan menyembuhkan.*
---
*Untuk Jiwa-Jiwa Pejuang Kemanusiaan yang Mulai Lelah*...

Saudara-saudariku, pejuang Kasih Sin-Fronteras yang terkasih,

Hari ini saya menulis renungan ini bukan dari kapela yang wangi, tapi dari hati yang ikut perih melihat penderitaan sesama manusia.

Kalian berbagi kasih dalam situasi apa pun: saat air kering, saat korban diusir, saat uang tidak ada, saat difitnah. Kalian tetap berbagi.

Lalu kalian melihat: *para munafik dalam biara yang seakan menang.* Mereka mempertahankan kejahatan mereka, menyembunyikannya dengan licik, dengan aturan, dengan Sabat, dengan jubah. Mereka menindas, menelantarkan gudang yang dibangun dari keringat relawan, membuang orang miskin, tapi mereka tetap kelihatan suci di depan umat, tetap 👏 tangan.

Dan kalian bertanya dalam hati: "Untuk apa kami berjuang? Orang jahat kok seakan menang?"

Bacaan hari ini adalah jawaban Tuhan untuk kita semua.

*1. DARI EFESUS: JANGAN JADI SEPERTI MEREKALAH yang, JADILAH SEPERTI YESUS*

Paulus hari ini sangat keras, tapi sangat jernih:

> "Jangan ada perkataan kotor, yang kosong atau sembrono... Tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena Yesus telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya sebagai persembahan yang harum bagi Allah."

Pejuang yang terkasih, inilah bedanya dua model:

*Model Kepala Rumah Ibadat dan Munafik Biara:* Hidupnya bercirikan aturan, topeng, licik, mempertahankan kejahatan dengan dalil suci. Mereka gusar kalau ada orang lain berbuat baik di luar aturan mereka. Hati mereka busuk, tapi mulut mereka penuh ayat.

*Model Yesus:* Hidupnya bercirikan kasih yang berkorban, menjadi persembahan yang harum mewangi, bukan bau busuk kejahatan yang disembunyikan. Hidupnya bercirikan syukur, bukan caci maki.

Paulus bilang: "Dahulu kamu adalah kegelapan, sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Hiduplah sebagai anak-anak terang."

Jangan biarkan kegelapan biara itu masuk ke hatimu. Jangan balas licik dengan licik. Jangan balas jahat dengan jahat. Jika kamu lakukan itu, kamu sudah kalah, kamu sudah menjadi seperti mereka.

Kemenangan mereka itu semu. Mereka menang di depan manusia, tapi kalah di depan Allah. Karena Allah mencium bau hati, bukan bau jubah. Dan persembahan yang harum itu bukan laporan keuangan yang rapi, tapi pengorbanan tulus seperti yang kalian buat untuk mama-mama di kampung-kanpung.

Tugasmu bukan untuk membuka topeng mereka. Tugasmu adalah tetap menjadi terang. Terang tidak perlu berteriak untuk mengalahkan gelap. Terang hanya perlu tetap menyala.

*2. DARI LUKAS: ALLAH DATANG UNTUK MENYEMBUHKAN, BUKAN UNTUK BERDEBAT ATURAN*

Lihat wanita bungkuk 18 tahun itu.

18 tahun! Bayangkan. 18 tahun tidak bisa melihat langit, hanya melihat tanah, debu, kaki orang. 18 tahun dipermalukan, dianggap dikutuk.

Ia datang ke rumah ibadat, bukan untuk cari sensasi, tapi untuk berdoa. Dan siapa yang gusar? Kepala rumah ibadat! Bukan orang berdosa yang gusar, tapi kepala rumah ibadat! Penjaga aturan!

Ia berkata: "Ada enam hari untuk bekerja, jangan sembuhkan pada hari Sabat!"

Inilah wajah kemunafikan yang Yesus benci. Mereka lebih mencintai aturan Sabat daripada manusia yang sudah 18 tahun menderita. Mereka mempertahankan kejahatan pembiaran dengan dalih kesucian.

Dan Yesus tidak diam. Yesus melawan. Ia menyebut mereka munafik!

"Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang melepaskan lembunya pada hari Sabat dan membawanya minum? Bukankah wanita ini, keturunan Abraham, harus dilepaskan dari belenggunya selama 18 tahun ini?"

Pejuang yang terkasih, renungkan ini:

*Kalian adalah tangan Yesus hari ini.*

Wanita bungkuk 18 tahun itu adalah:
- Mama korban KDRT yang 18 tahun bungkuk karena patriarki.
- Anak muda yang bungkuk karena utang koperasi dan judol.
- Desa dan kampung-kampung yang bungkuk karena rumah tidak layak dan air tidak ada.
- Dirimu sendiri yang mulai bungkuk karena kecewa melihat kejahatan menang.

Yesus hari ini menyentuhmu dan berkata: *"Hai Ibu, Hai Bapa, Hai Pejuang, penyakitmu telah sembuh. Tegaklah!"*

Jangan tunggu kepala rumah ibadat setuju. Jangan tunggu biara yang munafik itu bertobat. Kerajaan Allah sudah datang, dan Kerajaan itu adalah tindakan kasihmu hari ini.

Mereka boleh gusar. Biarkan mereka gusar. Mereka gusar karena tindakan kasihmu membongkar topeng kejahatan mereka. Teruskan! Sembuhkan satu wanita lagi. Tegakkan satu mama lagi.

*3. UNTUK HATI PEJUANG YANG LELAH*

Maka, Renungan JiWa hari ini untukmu:

*Jangan terpengaruh.*

Kemenangan orang munafik itu pendek. Mereka bisa sembunyikan kejahatan dengan licik di depan Uskup, di depan umat, di depan laporan. Tapi mereka tidak bisa sembunyikan di depan Allah yang melihat dalam gelap. Bau busuk akan tercium juga pada waktunya. Seperti gudang yang ditelantarkan, lama-lama akan lapuk dan kelihatan.

Tugasmu bukan menjadi hakim biara. Tugasmu adalah tetap menjadi korban yang harum.

Paulus bilang: Hidup sebagai murid bercirikan rasa syukur.

Maka hari ini, bersyukurlah:
- Bersyukur karena kamu masih bisa menangis melihat penderitaan orang lain, sementara mereka sudah tidak bisa menangis lagi.
- Bersyukur karena kamu masih gusar melihat ketidakadilan, sementara mereka sudah nyaman dalam ketidakadilan.
- Bersyukur karena kamu masih mau berbagi kasih dalam situasi apa pun, sementara mereka hanya berbagi aturan.

Itu tanda kamu masih hidup, masih terang, masih murid Yesus.

Sentuhan Yesus hari ini bukan hanya untuk wanita bungkuk itu. Sentuhan itu untukmu.

Buka hatimu. Biarkan Yesus menegakkan punggungmu yang mulai bungkuk karena kecewa. Percayalah, kamu akan memperoleh kesembuhan. Kamu yang berdosa diampuni, kamu yang lelah dikuatkan.

Teruslah berbagi kasih. Dalam situasi apa pun. Tanpa menunggu biara menjadi suci. Karena kasihmu itulah yang membuat biara yang sebenarnya - yaitu Tubuh Kristus - tetap suci.

*Soverdi Oebufu, Senin 26 Oktober 2026*

*P. Domi K. Dheo, SVD*
*JPIC SVD Timor - Kasih Sin-Fronteras*

Tentang Renungan Harian JPIC SVD Timor

Renungan Harian JPIC SVD Timor merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan rohani kami kepada umat dan masyarakat. Melalui renungan ini, kami ingin menghadirkan Firman Tuhan yang hidup dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari, memberikan kekuatan, penghiburan, dan pencerahan bagi siapa saja yang membacanya.

Setiap renungan ditulis dengan penuh doa dan refleksi, mengambil inspirasi dari Kitab Suci, ajaran Gereja, serta pengalaman nyata pelayanan kami di tengah masyarakat. Kami percaya bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105), yang menuntun kita dalam setiap langkah kehidupan.

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." — Mazmur 119:105

Renungan harian ini kami sajikan sebagai sarana pembinaan iman, refleksi diri, dan penguatan spiritual bagi umat Katolik dan siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan. Kami mengundang Anda untuk menjadikan renungan ini sebagai bagian dari rutinitas rohani harian, membacanya dengan hati yang terbuka, dan merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Semoga setiap renungan yang kami sajikan menjadi berkat bagi Anda, memperkuat iman, dan menuntun Anda untuk semakin mengenal kasih Kristus yang menyelamatkan. Tuhan memberkati kita semua.

Chat WhatsApp